BAZNAS Kukar Open Rekrutmen Relawan Ramadan, Insentif Capai Rp120 Ribu per Hari

img

Wakil Ketua IV BAZNAS Kukar, Sarjono Maksum. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Menjelang Ramadan 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bersiap menghadapi lonjakan aktivitas sosial dan penyaluran bantuan.

 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka perekrutan relawan dengan insentif harian yang mencapai Rp120 ribu.

 

Saat dikonfirmasi Poskotakaltimnews Wakil Ketua IV BAZNAS Kukar, Sarjono Maksum, mengungkapkan bahwa intensitas kegiatan BAZNAS selama bulan suci Ramadan meningkat tajam, bahkan bisa dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari normal.

 

“Ramadan itu aktivitas padat. Mulai dari buka puasa bersama, distribusi bantuan, sampai ikut safari Ramadan bersama Bupati, DPRD, dan Forkopimda. Semua itu butuh dukungan tenaga relawan,” ujar Sarjono, saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

 

Ia menyebutkan, dalam setiap agenda safari Ramadan, BAZNAS Kukar turut menyalurkan santunan kepada asnaf fakir miskin di Kecamatan dan Desa yang telah terdata.

 

Sarjono menilai proses tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia, khususnya di lapangan. Meski demikian diakuinya, kebutuhan relawan hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

 

“Kalau dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah relawan yang direkrut hanya berkisar tiga hingga enam orang. Tapi Ramadan 2026, kami menargetkan 10 relawan, tetapi sejauh ini baru tiga orang yang lolos seleksi awal,” katanya.

 

“Yang lolos baru dua perempuan dan satu laki-laki. Padahal, kami lebih membutuhkan tenaga laki-laki karena pekerjaan penyaluran cukup berat, seperti mengangkat beras dan paket bantuan,” tambah Sarjono.

 

Lebih lanjut, Sarjono menyebutkan total pendaftar sendiri telah mencapai sekitar 13 hingga 14 orang, yang sebagian masih didominasi oleh perempuan.

 

“Dari sisi kualifikasi, BAZNAS Kukar membuka kesempatan bagi lulusan SMA hingga S1, bahkan terdapat pendaftar dari jenjang S2,” ungkapnya.

 

Terkait dengan proses rekrutmen, Sarjono menjelaskan proses dilakukan secara daring dan melalui penyebaran informasi dari mulut ke mulut.

 

“!Seleksi kita buat ringan, dengan fokus pada ketersediaan waktu dan kemauan belajar. Namun tidak mengesampingkan syarat-syarat yang sudah ditetapkan,” terangnya.

 

Tidak hanya sampai di situ, Sarjono juga menyebut apabila dalam perjalanannya relawan yang diterima aktif dan kinerjanya bagus, bukan tidak mungkin pihak BAZNAS Kukar akan memberikan agar yang bersangkutan dapat menjadi prioritas saat ada rekrutmen amil resmi.

 

Soal insentif, Sarjono memastikan BAZNAS Kukar telah menyiapkan skema pembayaran harian yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

 

“Untuk lulusan SLTA direncanakan menerima Rp90 ribu per hari, D3 Rp100 ribu, D4 atau S1 Rp110 ribu, sementara lulusan S2 berkisar Rp115 ribu hingga Rp120 ribu per hari, tergantung kehadiran dan absensi sidik jari,” tuturnya.

 

Tak hanya itu, relawan juga berkesempatan memperoleh tambahan insentif untuk lembur, tugas akhir pekan, hingga kegiatan lapangan, termasuk fasilitas transportasi dan konsumsi.

 

Meski demikian, Sarjono mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.

“Antara semangat yang besar dan kemampuan anggaran yang masih terbatas. Itu sebabnya informasi soal insentif ini belum kami gencarkan. Tapi kami sangat berharap para pendaftar mau secara ikhlas dan belajar,” tutup Sarjono. (Tan)